an amateur writer who never stop writing

Friday, November 9, 2012

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Sistem Pendukung Keputusan

Keputusan merupakan rangkaian yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan kesempatan. Menurut Herbert A Simon keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan dengan keputusan terprogram pada satu ujungnya dan keputusan tidak berprogram pada ujung yang lainnya. Keputusan terprogram bersifat rutin dan berulang. Keputusan tak terprogram bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang kosekuen. Tahap-tahap pengambilan keputusan menurut simon ada empat  yaitu : Intelijen, merancang, memilih, lalu menelaah.
Decision Support System ditemukan oleh  G Anthony Gorry dan Michael S Scott. Mereka mengarahkan teori Gerry and Scott Morton Grid pada aplikasi computer. Gorry and Scott Morton menggambarkan keputusan menurut struktur masalah dari terstruktur hingga tak terstruktur. Tahap-tahap pengambilan keputusan Simon digunakan untuk menentukan struktur masalah. Masalah struktur merupakan suatu masalah  yang memilik struktur pada tiga tahap pertama Simon yaitu intelijen sehingga bisa dibuat algoritmanya atau aturan keputusannya, evaluasi alternatif, diidentifikasi serta suatu solusi dipilih. Masalah tak terstruktur adalah masalah yang tidak memiliki tahapan dalam  teori Simon. Masalah semi terstruktur  merupakan masalah yang memiliki satu atau dua tahap pada teori Simon.
Jenis yang memberikan dukungan paling sedikit adalah jenis yang memungkin manajer mengambil elemen-elemen informasi. Dengan DSS memungkinkan manajer menganalisis semua file. Tujuan DSS yang lain adalah membantu manajer membuat keputusan masalah semi terstruktur lalu mendukung penilaian manajer bukan menggantikan peran manajer. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan dari pada efisiensinya. Tujuan-tujan ini berhubungan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS : struktur masalah dukungan keputusan efektivitas keputusan. Isi database dalam model DSS digunakan oleh tiga subsitem perangkat lunak antara lain perangkat lunak penulis laporan, model matematika, Groupware.
Sistem pendukung keputusan merupakan suatu system berbasis computer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas dan yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama. Ruang keputusan merupakan pengaturan untuk rapat kelompok kecil secara tatap muka. Fasilitator adalah orang yang tugas utamanya menjaga diskusi pada alurnya. Komunikasi parallel saat semua peserta menulis pendapat pada saat yang bersamaan. Anonimitas adalah saat tak seorang pun mengetahui siapa yang menulis pendapat tertentu.
Jaringan keputusan setempat jika kelompok kecil tidak mungkin bertemu secara tatap muka, para anggota dapat berinteraksi melalui jaringan setempat LAN. Pertemuan legislatif jika kelompok terlalu besar untuk ruang keputusan, pertemuan legislatif diperlukan. Konverensi bermedia computer misalnya beberapa aplikasi kantor virtual memungkinkan komunikasi anatar kelompok-kelompok besar dengan anggota yang tersebar secara geografis. Paket groupware yang melanda dunia bisnis adalah notes dari lotus development corporation. Notes dengan konfigurasi asli menawarkan sedikit fungsi dasar sebagian besar fungsi merupakan kemampuan optional atau dikembangkan oleh perusahaan pihak ke tiga, kunci utama keberhasilan utama notes adalah kenyataan bahwa notes merupakan salah satu produk groupware pertama yang ada dipasar dan ia dapat dukungan kuat dari lotus dan IBM. Kata kunci dalam DSS adalah keputusan sedangkan kata kunci dalam GDSS adalah komunikasi.
Kecerdasan buatan adalah kegiatan memberikan computer kemampuan untuk menampilkan prilaku yang dianggap cerdas jika itu diamati pada manusia. Sejarah kecerdasan buatan dibuat oleh Jhon MC Carthy sebagi tema suatu konferensi yang diadakan di DartMouth College. Kecerdasan buatan diterapkan dibidang bisnis dalam bentuk system berbasis pengetahuan yang menggunakan pengetahuan manusia untuk memecahkan masalah. Ada beberapa area yang tumpah tindih yang menggambarkan cara suatu area untuk memanfaatkan area yang lain yaitu jaringan saraf, system persepsi, belajar, robotic, perangkat keras AL, pemrosesan bahasa alamiah. Terdapat dua system pakar yang menawarkan kemampuan unik. Yang pertama system pakar menawarkan kesempatan untuk membuat keputusan yang melebihi kemampuan manajer, kedua system pakar dapat menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecehan tertentu. Model system pakar terdiri dari empat bagian utama : user interface, knowledge base, inference engine, development engine. User interface terbagi menjadi dua yaitu input system pakar dan output system pakar. Ada dua jenis penjelasan output system pakar : penjelasan atas pertanyaan dan penjelasaan atas penyelesaian masalah.
Keuntungan system pakar bagi manager antara lain mempertimbangkan lebih banyak alternative, menerapkan logika yang lebih tinggi, menyediakan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi hasil keputusan, membuat keputusan yang lebih konsisten. Keuntungan system pakar bagi perusahaan yaitu kinerja perusahaan yang lebih baik, mempertahankan pengendalian atas pengetahuan perusahaan. Kerugian system pakar yang pertama system pakar tidak dapat menangani pengetahuan yang tidak konsisten. Kedua , system pakar tak dpaat menerapkan penilaian dan intuisi yang merupakan unsure penting saat memecahkan masalah semi terstruktur atau tidak terstruktur.

Study Kasus :
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Persediaan Darah di Unit Transfusi Darah Cabang PMI

Unit transfusi darah cabang PMI Kabupaten Banjar memberikan pelayanan bagi rumah sakit milik pemerintah dan swasta serta klinik-klinik kesehatan yang ada di daerah Kabupaten Banjar sendiri dan beberapa kabupaten/kota disekitar. Unit transfusi darah cabang PMI Kabupaten Banjar belum menggunakan sistem informasi yang berbasis komputer meliputi input data masih dilakukan dengan mengisi formulir, data yang ada ditulis dibuku register, proses pengolahan data masih dengan cara menghitung secara manual menggunakan kalkulator, penyimpanan data masih bercampur dengan data-data lain, pencarian data memerlukan waktu yang relatif lama ( > 5 menit),  serta belum melakukan peramalan/prediksi dalam perencanaan kebutuhan darah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan persediaan darah di unit transfusi darah cabang PMI  Kabupaten Banjar untuk mendukung perencanaan persediaan darah. Pengembangan sistem berdasarkan langkah-langkah FAST (Framework for the Application of Systems Thinking). Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif. Variabel penelitian adalah kemudahan akses, keakuratan, kelengkapan,  dan kesesuaian. Objek penelitian adalah sistem pendukung keputusan persediaan darah di unit transfusi darah cabang PMI  Kabupaten Banjar untuk mendukung perencanaan persediaan darah dan pengguna,  . subjek penelitian adalah peneliti sendiri. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan cara analisis isi.
Hasil penelitian yaitu ditemukannya permasalahan sistem dalam hal  performance, information, economic, control, efficiency, dan service, diketahui kebutuhan pengguna akan input data, proses pengolahan data dan output, diperoleh rancangan basis data sistem, tersedia model prediksi kebutuhan darah, tersedia model SMS gateway untuk output informasi stok darah bagi pengguna eksternal, Terjadi peningkatan kualitas informasi yaitu peningkatan kemudahan dalam mendapatkan informasi, informasi yang dihasilkan lebih lengkap, lebih sesuai, dan  lebih akurat.
Saran untuk unit transfusi darah cabang PMI  Kabupaten Banjar adalah sistem sebaiknya diaplikasikan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan SMS dalam mendapatkan informasi stok darah baik melalui leaflet maupun lewat media cetak dan elektronik,, serta perlu pengembangan aplikasi untuk mengelola pedonor dengan SMS Alert untuk mengingatkan jadual donor berikutnya, ucapan terimakasih dan penghargaan bagi pedonor.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

About Me

My photo
-Sarjana Ekonomi, FEM-IPB 2010 -Management Bussiness Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) 2014 -Magister Management Universitas Indonesia (MMUI) 2014 Batch 2